Akhi, aktivis Islam, anda harus meningkatkan kesabaran, dengan cara menyiapkan jiwa anda untuk bersabar, nescaya jiwa anda bersabar pada suatu waktu, bahkan menjadi jiwa yang redha, InsyaAllah. Salah seorang generasi salaf berkata, “Saya membawa jiwaku kepada Allah dalam keadaan menangis. Saya terus-menerus membawa kepadaNya, hingga akhirnya ia pulang kepadaku dengan ketawa”
Jika kelelahan anda memuncak, cobaan anda semakin meningkat dari hari ke hari, musibah datang meruntun kepada anda, jiwa anda yang selalu memerintahkan kepada keburukan itu memprovokasi anda untuk “memilih” dunia, dan jiwa anda, dan jiwa anda membangkang kepada anda, maka anda harus mengendalikan jiwa anda, hingga gampang diatur, tunduk kepada anda, dan merespon seruan Allah Ta’ala dengan redha, setelah sebelumnya ogah-ogahan.
Katakan kepada jiwa anda, “Anda sudah melangkah sedemikian jauh di perjalanan menuju Allah dan perjalanan tidak lama lagi berakhir. Bersabarlah”
Jiwaku, jangan sia-siakan amal salihmu di masa lalu, tidak tidur bermalam-malam dan berhari-hari, dan lelah bertahun-tahun, hanya dalam tempo sesaat dengan gegabah. Sabar itu sebentar. Kerana itu, bersabarlah. Cubaan itu laksana tetamu. Biasanya, tetamu tidak lama berada di rumah yang dikunjunginya. Betapa indah pujian dan sanjungannya kepada tuan rumah yang dermawan. Wahai kaki yang sabar, teruslah beramal. Tidak lama lagi pekerjaan akan selesai.”
No comments:
Post a Comment